February 2010


Web science merupakan sebuah cabang ilmu baru yang berupa halaman informasi pada internet yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan. Tim Berners-Lee telah mensupport atas berdirinya cabang ilmu ini. walaupun sampai saat ini web science masih belum dianggap sebagai ilmu terpisah dari cabang ilmu lainnya seperti information science dan internet studies dikarenakan belum memenuhi criteria tertentu sebagai cabang ilmu yang berdiri sendiri. Artinya masih minimnya diferensiasi web science sebagai sebuah cabang ilmu baru jika dibandingkan sengan cabang ilmu pendahulunya tersebut. Web science dianalogikan sebagai pimpinan bisnis, pengusaha dan pembuat polis dari seluruh dunia. Yang bertujuan untuk mendisiplinkan pelatihan untuk belajar web di dunia dan menegaskan sebuah tantangan untuk penggunaan design masa depan. Tidak seperti web pada umumnya, web science diharapkan dapat melahirkan study tersendiridan dapat menelusuri ke dalam sub bidangnya sangat khusus di dalam disiplin ilmu sesuai dengan perkembangannya

Facebook saat ini tidak bisa lepas dari gaya hidup setiap orang. Bahkan beberapa diantaranya telah menganggap facebook sebagai suatu kebutuhan untuk menunjang kehidupan sosial disela-sela kesibukan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya pengguna facebook di seluruh dunia. Memang tidak bisa disangkal, bahwa pengaruh jejaring sosial terbesar di dunia ini telah menjadi “candu” bagi setiap orang disemua kalangan. Dari mulai anak-anak, ramaja bahkan orang tua. Ditinjau dari segi perkembangan teknologi, facebook merupakan sebuah cara baru untuk berkomunikasi dengan seluruh facebookers (sebutan untuk pengguna facebook) diseluruh dunia. bebarapa kegiatan yang menguntungkan seperti ajang promosi, mencari teman, atau bahkan mencari pasangan hidup menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna facebook. Terlebih dengan tersediannya fitur-fitur yang melengkapi keunggulan facebook dari jejaring sosial lainnya.

Facebook diibaratkan seperti pisau dengan dua sisi yang sama tajam. Disatu sisi facebook dapat memberikan manfaat yang banyak bagi penggunanya, disisi lain facebook dapat merugikan diri sendiri atau bahkan orang lain. Timbul Pro dan kontra yang bahkan sampai saat ini masih diperdebatkan. Dalam bathsul masail yang merupakan tradisi NU untuk diskusi Tanya jawab mengupas sebuah persoalan tertentu, facebook, friendster atau situs jejaring sosial lainnya dinyatakan haram. Lalu giliran PCNU kraksaan kabupaten probolinggo menmentang keras dikeluarkannya fatwa yang mengaharamkan penggunaan facebook, dengan dalih penggunaan yang berlebihan. Menurut ketua tanfidiyah PCNU krakasan KH As’ad Abu Hasan menyatakan bahwa apabila sampai dikeluarkan fatwa haram terhadap penggunaan facebook, menandakan sudah terjadi degradasi pemikiran islam. “kalau dalilnya karena alasan berlebihan dan digunakan untuk hal-hal yang tidak baik, maka bisa saja semua peralatan dan perlengkapan teknologi klasik maupun modern akan dijatuhi hukum haram semua”. (surya, minggu (24/5)).

Dari pro dan kontra diatas maka jelas bahwa sebelum mengeluarkan fatwa haram, harus dikaji dahulu permasalahannya. Intinya kita harus “bijak” dalam menggunakan facebook. Masalah kejahatan atau penyalahgunaan facebook mungkin hanya masalah keboborokan moral manusia yang bisa terjadi dimana saja. dan cara mengatasinya bukan dengan membatasi perkembangan teknologi. Jangan hanya karena beberapa oknum yang menyalahgunakan facebook maka semua yang kena imbasnya.