Mendesain (atau mendesain ulang) sebuah website dapat menjadi sebuah tugas “yang tepat sasaran ataupun tidak” bagi kita semua. Kadang kala, kita membuat sebuah desain dimana terlihat sudah bagus… tapi mendadak menjadi “muak” melihatnya atau orang lain tidak ingin melihatnya.

Jadi, dibawah ada 8 tips yang penitng untuk diingat ketika mendesain ulang ataupun baru sebuah website. Tentu saja, pada kenyataannya ada lebih dari 8 hal yang harus diperhatikan, tapi setidaknya 8 ini sudah cukup sebagai permulaan.

1. Apa yang menjadi tujuan utama dan siapa target “pembuka” website? – hal ini berlaku bagi setiap website yang ada dan yang pernah dibuat. Mengidentifikasi “penonton” anda mungkin terdengar sangat simple tapi ini merupakan titik awal bagi website anda agar dapat berkembang. Setelah anda telah menentukan beberapa kriteria “penonton” anda, kemudian anda harus menentukan apa yang akan diperoleh “si penonton” dari dan setelah website anda dibuka dan dibaca. Buatlah hal tersebut mudah diingat atau menarik agar itu dapat menjadi titik jual dari website anda.
2. Apa yang menjadi kelemahan dan kekuatan dari kompetitor anda? – mengidentifikasi kompetitor anda selalu menjadi perhatian utama bagi setiap bisnis. Jika anda tidak memberi nilai tambah dalam bisnis anda, untuk apa pelanggan pindah ke bisnis anda? Menggunakan desain dari website kompetitor anda dapat menjadi kekuatan bagi anda. Contohnya adalah ketika anda melihat hal yang anda sukai dari website kompetitor anda, anda dapat menjadikannya sebuah contoh tapi jika anda melihat kekurangan dari kompetitor anda, anda dapat mengambil keuntungan dari hal tersebut karena anda dapat memperbaiki kesalahan mereka dan menerapkannya di website anda.
3. Desain paling penting – landing page dan KISS principle – keputusan dari desain anda dapat digambarkan dari homepage anda. Ada prinsip yang berbunyi “keep is simple, stupid” atau KISS, atau berikan apa yang “penonton” perlukan secara cepat.
4. Pemilihan warna sangat penting – warna dapat menghidupkan ataupun mematikan sebuah website. Anda perlu mengingat beberapa hal, gunakan warna yang “penonton” anda suka, jangan gunakan warna yang bertentangan, test warna yang anda telah tentukan, dan pastikan warna tersebut merupakan penggambaran dari website anda.
5. Gunakan hot-spots sebagai aspek yang paling menarik perhatian – ada beberapa artikel sepertin ini dimana akan membantu anda mengerti bagaimana manusi bereaksi ketika ditunjukkan sebuah website. Ada sebuah pola dari mata kita ketika homepage sedang di-load di depan kita. Secara otomatis mata kita akan tertarik menuju elemen-elemen seperti bullet-points, lists, icons dan tipografi yang besar. Tipikalnya, ini juga menjadi bagian paling tinggi dari sebuah website jadi anda perlu memastikan bahwa anda menempatkan sebuah elemen atau bahkan lebih agar website anda menjadi sangat menarik.
6. Huruf apa yang paling baik? – penentuan dari jenis huruf yang akan digunakan sebetulnya adalah keputusan dari desainer itu sendiri. Yang paling standar adalah menggunakan jenis huruf Verdana dan Arial di setiap bagian.
7. Lakukan test, perbaikan…secara berulang – mengetes desain anda itu sangat diperlukan. Misalkan test di Firefox, IE6, IE7, ataupun Safari. Memperbesar resolusi dari 800×600 menjadi 1280×1024. Lakukan instalasi web developer toolbar dan yakinkan bahwa anda selalu memperoleh “green tick” akan persetujuan setiap saat.
8. Jangan takut untuk medesain ulang – sekali anda telah selesai mendesain mahakarya anda, anda memerlukan kritik dan saran. Ini satu-satunya cara anda dapat berkembang sebagai seorang web desainer. Anda juga butuh menseleksi kritik yang anda terima antara kritik pribadi dengan kritik secara umum.