April 2010


Mungkin sudah banyak yang tau bagaimana cara menginstall program di linux namun ada baiknya saja saya menambahkan catatan saya pada blog ini. Pada dasarnya di linu-x memiliki beberapa macam cara menginstall software dan biasanya setiap distro juga memiliki cara yang berbeda dalam menginstall sebuah program.

Cara menginstall program di linux dibagi menjadi beberapa bagian;
1. mengcompile dan install program dari source
2. menginstall program berekstensi RPM dari Redhat Packet Manager
3. menginstall program menggunakan apt-get bawaan debian
4. menginstall program di mandriva
5. menginstall program di fedora menggunakan yum
6. menginstall paket di slackware
7. menginstall file binary (.BIN/ .SH)

Berikut saya akan tuliskan caranya bagaimana cara menginstall software di linux berdasarkan kategori yang telah saya kelompokkan diatas;

1. mengcompile dan install program dari source
Biasanya aplikasi yang diinstall dari source akan berekstensi “.tar.gz”, “.tar.bz2″, “. zip”, dan biasanya sebelum menginstall program tersebut ada beberapa orang yang lebih suka menaruh file-file tersebut sebelum diinstall di /usr/local/src/ tetapi ini bukan suatu keharusan bisa ditaruh dimana saja. Langsung saja ke tahap selanjutnya mulai menginstall, pertama-tama buka terminal atau command prompt anda lalu langsung menuju ke dimana anda menaruh file tersebut, lalu lakukan hal ini, sesuaikan dengan ekstensi file anda.

[ file dengan ekstensi .tar.gz ——> tar -xzvf <nama file> ]

[ file dengan ekstensi .tar.bz2 ——> tar -jxvf <nama file> ]

[ file dengan ekstensi .zip ——> unzip <nama file> ]

setelah melakukan hal tersebut maka file anda akan terekstaks secara otomatis akan membuat sebuah folder, lalu buka file tersebut dengan

[ cd <nama file> ]

langkah selanjutnya adalah tinggal tinggal melakukan pre-installation dengan menuliskan

[ ./configure ]

[make]

[make install]
sampai disini sudah selesai, namun ada baiknya sebelum melakukan instalasi program anda membaca manual dalam menginstall program tersebut biasanya ada di INSTALL atau README.

2. menginstall program berekstensi RPM dari Redhat Packet Manager
Untuk menginstall program dengan ekstensi ini sangat mudah biasanya aplikasi ini di pakai pada distro redhat dan turunannya, berikut caranya;

[ menginstall program —‘ rpm -i <nama file> ]

[ menguninstall program —‘ rpm -e <nama file> ]

3. menginstall program menggunakan apt-get bawaan debian
Pada distro debian danturunannya dikenal apt-get untuk menginstall program, namun ada yang lebih penting selain aplikasi tersebut yaitu kita arus menset source-list yaitu alamat yang digunakan untuk aplikasi tersebut menginstall program in iberguna apabila kita menggunakan aplikasi apt-get ini secara online. Biasanya alamat tersebut ditambahkan di /etc/apt/source.list dengan cara buka dengan aplikasi editor anda lalu tambahkan alamat-alamat yang berisi source-list program.

Setelah melakukan perubahan source.list ada baiknya kita melakukan

[ apt-get update ] untuk mengupdate source.list yang kita miliki.

Langkah selanjutnya adalah mengintall program menggunakan apt-get

[ install —‘ apt-get install <nama program> ]

[ uninstall –‘ apt-get remove <nama program> ]

4. menginstall program di mandriva
Untuk menginstall program di mandriva dapat dilakukan dengan cara

[ install –‘ urpmi <nama program> ]
[ uninstall –‘ urpme <nama program ]

5. menginstall program di fedora menggunakan yum
Pada dasarnya cara menginstall menggunakan yum hamper sama dengan menggunakn pt-get di debian berikut caranya

[ yum update ]

[ yum install <nama program> ]

[ yum remove <nama program> ]

6. menginstall paket di slackware
menginstall paket di slackware lebih gampang lagi tinggal masuk ke root kemudian;

[ install -‘installpkg <nama program.tgz> ]

[ uninstall –‘ removepkg <nama program.tgz> ]

atau bisa juga menggunakan
[ pkg tool ]

selain itu kita juga bisa mengubah file berekstensi rpm ke format tgz dengan cara yang sangat mudah

[rpm2tgz <nama paket.rpm>]

7. menginstall file binary (.BIN/ .SH)

untuk menginstall program binary ada beberapa langkah yang pertama pastikan file tersebut dapat dieksekusi berikut caranya;

[ chmod +x nama program.bin], kemudian

[ ./nama program.bin]

[sh nama program.sh]

Mungkin ini hanya beberapa cara saja dari banyak cara dalam menginstall program di linux namun ini sudah cukup untuk mengenal dan menginstall program di linux

Catatan :
” Cara diatas semuanya dilakukan menggunakan console/terminal/ command-prompt di linux.
” biasanya dalam menginstall program hanya bisa dilakukan oleh root, maka masuklah sebagai root untuk menginstall program-program tersebut. Ada beberapa cara masuk ke root bisa menggunakan [su], atau bisa juga menggunakan [sudo su].
” Selain cara menginstall diatas mungkin anda bisa menggunakan aplikasi GUI yang juga bisa digunakan untuk menginstall program, sebagai contoh di debian dan ubuntu bisa menggunakan synaptic packet manager.

Referensi http://www.linuxforums.org/forum/linux-tutorials-howtos-reference-material

Advertisements

Wuaaah judul yang lucu :) tapi itulah yang dari kemaren jadi permasalahan di project gw, w punya suatu data yang dibuat per tanggal, nah ane inginnya data tersebut tak jumlahin dari tanggal 1 maret 2010 s/d 7 Maret 2010 misalkan, pusing kemaren mikirin gimana caranya yah buat scriptnya, akhirnya setelah browsing2 g karuan aku ketemu satu command yang bisa menyelesaikan masalah ini, nama commandnya adalah SQL BETWEEN

Kira kira lengkapnya seperti dibawah ini

$totaljam= 0;
$result = mysql_query(“SELECT sum(jk) as total_jam FROM jks where tanggal BETWEEN ‘$dtanggal’ AND ‘$stanggal’”) or die ( ‘SQL error :’.mysql_error() );
if ($result && mysql_num_rows($result) > 0) {
$query_data=mysql_fetch_array($result);
$totaljam= (float) $query_data[“total_jam”];
}
echo “
“;
echo “Jumlah Jam Kerja Departemen “;
echo $totaljam;
echo “
“;

Untuk data inputannya menggunakan form hmmm lega akhirnya bisa jalan script in

PENDAHULUAN

Desktop bagi beberapa orang merupakan hal yang sepele (termasuk kata saya)bahkan tidak pernah digubris, terutama untuk orang yang memiliki spesifikasi komputer standard. Namun bagi beberapa orang masalah desktop ini sangatlah diperhatikan, lihat saja aplikasi yang mengkhususkan diri dalam merubah “perwajahan” OS seperti Windows Blind dan lainnya.

Namun pemanfaatan software seperti ini walaupun diklaim mempunyai footprint yang sangat minim tetaplah sangat memboroskan resource komputer dan keuangan kita. (apalagi dalam dunia windows hampir susah mencari barang gratisan – freeware). Hal ini tentunya sangat berbeda dengan di Linux yang justru sangat mudah mencari freeware bahkan yang berkualitas sekalipun.

Dalam hal keindahan desktop, linux memang cenderung kurang memikat (dalam kondisi default – fresh from the oven) apabila dibandingan dengan windows XP, terlebih dengan MacOSX. Oleh karena itu banyak pengguna linux yang mencoba memperindah desktop mereka menjadi seperti Windows XP atau versi Windows lainnya. Namun bagi pengguna windows yang bermigrasi ke Linux, merubah desktop Linux menjadi seperti windows sama saja membosankan, untuk itu adakah alternatif lainnya,………. kalau di Linux tentu ada dan semuanya free.

MACOSX LIKE

Sebelumnya tentu ada beberapa pertanyaan tentang hal ini, baiklah sebelum melangkah ke bahasan berikutnya mari kita analisa beberapa pertanyaan yang mungkin muncul;

  1. Mengapa harus Linux …………..

    sebetulnya tidak harus, anda bisa saja mengubah tampilan windows anda menjadi seperti MacOSX namun tentunya ada beberapa hal yang patut dipertanyakan seperti kalau anda bisa membeli Windows full package ( dengan semua aplikasinya – red) seharusnya anda tidak akan keberatan kalau membeli Imac Nano (dibeberapa situs ditawarkan dengan harga tidak melebihi 10 juta lengkap dengan MacOSX original), kecuali kalau windows anda bajakan.

  2. Kalau pake windows bisa, apa saja yang harus dipersiapkan

    Yang pertama adalah ……… uang. mengapa? walaupun ada beberapa software transform dari Windows ke MacOSX yang free, namun tetap membutuhkan dukungan aplikasi lain yang rata-rata tidak free, misal flyakiteOSX aplikasi ini membutuhkan object bar (untuk mensimulasikan finder bar) kemudian Windows Blind untuk skinnya, dan object dock untuk dockernya. Selain tidak free, aplikasi ini juga cenderung menguras memori terlalu banyak.

  3. Oke deh, kalau di Linux apa saja yang harus dipersiapkan?

    Pada prinsipnya yang disiapkan pertama kali adalah sisi hardware komputer anda, pastikan memori minimal 512 Mbyte, dan kalau bisa usahakan memakai monitor 17 inchi ( terkait dengan masalah font mac yang relatif besar tampilannya dan skala tiap pointnya berbeda terlalu jauh), baru kemudian softwarenya.

    sekedar contoh :

      Ini adalah font Lucida Grande ukuran 9

      Ini adalah font Lucida Grande ukuran 8

  • Softwarenya apa trus caranya gimana trus ada bugnya gak?

    Sabar………., yang terpenting adalah konsekuensinya dulu ( alias – bugnya) modifikasi ini diterapkan di KDE 3.5, KDE memakai Qt sehingga apabila anda menggunakan teknik ini beberapa aplikasi yang berbasis GTK bisa saja tidak berjalan sebagaimana mestinya ( seperti GIMP, Thunderbird, Firefox dan sebagainya). OK sudah siap? kalau ya ikuti bahasan dibawah tentang penerapannya

  • SOFTWARE YANG DIBUTUHKAN


    Sebagai platform percobaan modifikasi ini penulis menggunakan OS SuSE 10.1 kernel versi 2.6.26.21-0.13 dengan versi Qt 3.3.5-58, KDE 3.5.1 Level “a” Sedangkan software-software yang dibutuhkan untuk melakukan modifikasi adalah

    1. Baghira, yang penulis gunakan adalah baghira 0.7cvs20060317-0.pm.2 yang terdapat di SuSE 10.1 extras dari InfoLinux. Bila ingin source -nya silahkan download di http://baghira.sourceforge.net. baghira berfungsi untuk mengubah tampilan atau skin dari semua jendela yang ada di desktop baik style dan windows decoration-nya. Jika ingin alternatif silahkan coba 153-acqua-3.2.tar.bz2 yang bisa di download di http://kde-looks.org kelemahannya acqua-3.2 ini hanya menyediakan 1 style dan 1 windows decoration saja, tidak seperti baghira yang menawarkan lebih banyak keleluasaan.
    1. KxDocker, yang penulis gunakan adalah kxdocker 1.1.4a yang bisa di download di http://www.xiaprojects.com/www/prodotti/kxdocker. alternatif lainnya adalah ksmoothdock yang juga berfungsi sama, dapat didownload di http://kde-looks.org ksmoothdock ini lebih mudah diinstall dan juga mudah dikonfigurasi namun tidak seluas kxdocker.

      Apabila anda memakai kxdocker disarankan untuk mendownload file-file dibawah

      kxdocker-1.1.4a.tar.bz2

      kxdocker-resources-1.1.0.tar.bz2

      kxdocker-configurator-1.0.2.tar.bz2

      kxdocker-dcop-1.0.0.tar.bz2

      kxdocker-i18n-1.0.2.tar.bz2

      kxdocker-trayiconlogger-1.0.0.tar.bz2

      Optionals:

      kxdocker-arpmanager-1.0.0.tar.bz2

      kxdocker-bluetooth-1.0.0.tar.bz2

      kxdocker-gaclock-1.0.1.tar.bz2

      kxdocker-gamarok-1.0.0.tar.bz2

      kxdocker-gapager-1.0.0.tar.bz2

      kxdocker-gbattery-1.0.0.tar.bz2

      kxdocker-gdate-1.0.0.tar.bz2

      kxdocker-gipcontrack-1.0.0.tar.bz2

      kxdocker-gmail-1.0.0.tar.bz2

      kxdocker-gmount-1.0.0.tar.bz2

      kxdocker-gnetio-1.0.0.tar.bz2

      kxdocker-gpipe-1.0.2.tar.bz2

      kxdocker-gtrash-1.0.0.tar.bz2

      kxdocker-gthrottle-1.0.0.tar.bz2

      kxdocker-mountmanager-1.0.0.tar.bz2

      kxdocker-networker-1.0.0.tar.bz2

      kxdocker-taskmanager-1.0.2.tar.bz2

      kxdocker-thememanager-1.0.0.tar.bz2

      kxdocker-wizard-1.0.0.tar.bz2

    1. Font MacOSX bisa di dapat di http://www.osx-e.com/downloads/misc/macfonts.html
    2. Icon MacOSX bisa di dapat di http://www.kde-look.org/content/show.php?content=16564

    sebagai pemanis ada beberapa aplikasi yang penulis tambahkan seperti :

    1. Tasty menu 0.6 untuk menggantikan baghira menu bar yang terlalu “tidak biasa” dan KDE Menu standard yang sangat “klasik”. Tasty menu ini secara fungsional dan desainnya meniru bentuk menu pada SLED 10, bisa didapat di

      http://kde-apps.org/content/show.php?content=41866

    1. superkaramba 0.39 dengan beberapa themes yang bisa didownload di http://kde-looks.org

    setelah semua selesai di download maka tiba saatnya kita menginstall aplikasi-aplikasi tersebut.

    1. Memasang baghira.

      Apabila anda mendapatkan versi rpm maka caranya sangatlah mudah, ketikan perintah dibawah pada terminal anda

      $ rpm -ivh baghira-0.7-0arn.20060mdk.i586.rpm

      jika anda mendapatkan versi source nya lakukan perintah dibawah

      – extrak file source baghira anda

      $ tar -xzvf baghira-0.8c.tar.bz2

      – masuklah ke direktori hasil extraksi dan lakukan urutan perintah berikutnya

      $ cd /bagira-0.8

      $ ./configure

      $ make

      $ su

      # make install

      setelah anda selesai memasangkan paket baghira lakukan langkah-langkah berikut untuk melakukan konfigurasi terhadap style dan windows decoration pada linux anda

      Mengkonfigurasi Baghira

    • Bukalah KDE Control Panel, klik pilihan [desktop] kemudian [behaviour], pada pilihan menu bar at top of the screen pilihlah MacOS style
    • klik [Apply] sehingga pada bagian atas desktop muncul sebuah menu bar. setelah itu klik Kmenu dan pilih [run program] isilah pada kolom yang ada dengan perintah [BAB]
      sekarang pada menu bar anda akan tampil sebuah icon bergambar telapak binatang yang berfungsi untuk melakukan pengaturan terhadap baghira.
    • Alternatif lainnya adalah klik kanan menu bar dan pada pilihan yang muncul pilihlah [add applet to menu bar] dan carilah pada daftar, applet yang bernama BAB
    • Setelah itu klik kanan pada icon bergambar telapak tadi dan pilih menu [configure baghira], maka akan ditampilkan gambar seperti pada ilustrasi 2.
    • Sebelum menikmati tampilan MacOSX anda harus melakukan konfigurasi dasar terhadap baghira, masuk ke control panel baghira dan lakukan setting tiap page berdasarkan ilustrasi yang ada
      Perlu juga diperhatikan, posisi tombol pada window decoration berbeda antara windows dan MacOS, untuk itu masuk ke KDE Control Panel kemudian ke [Look and Feel] dan masuk ke menu [windows decoration] pada tab [Button] centang [use custom titlebar button position], buat atau rubah posisi masing-masing button sehingga menjadi seperti gambar dibawah
      Setelah anda selesai melakukan perubahan, klik kanan icon BAB pada menubar anda dan rubah nilai default style menjadi [brushed]
    • Selesai melakukan perubahan itu semua, restartlah KDE anda untuk melihat hasil perubahan pada baghira.
    1. Memasang kxdocker

      Pertama sekali pasangkan paket kxdocker dengan perintah sebagai berikut ;

      – extrak file source kxdocker anda

      $ tar -xzvf kxdocker-1.1.4a.tar.bz2

      – masuklah ke direktori hasil extraksi dan lakukan urutan perintah berikutnya

      $ cd /kxdocker

      $ ./configure

      $ make

      $ su

      # make install

      minimal anda harus memasangkan kxdocker-1.1.4a.tar.bz2, kxdocker-resources-1.1.0.tar.bz2, kxdocker-configurator-1.0.2.tar.bz2, kxdocker-dcop-1.0.0.tar.bz2, kxdocker-i18n-1.0.2.tar.bz2, kxdocker-trayiconlogger-1.0.0.tar.bz2 sebelum bisa menjalankan kxdocker pada linux box anda.

    • Perintah masing-masing paket hampir sama dengan perintah instalasi kxdocker-1.1.4a.tar.bz2, setelah anda selesai melakukan instalasi, masuklah ke terminal dan jalankan perintah

      $ kxdocker

    • Perlu diketahui, sebelum menjalankan perintah tersebut anda harus merubah posisi panel sehingga tidak berada dibawah. Selain itu saat pertama kali dijalankan anda hanya akan mendapatkan 1 buah icon berbentuk penguin apel yang merupakan representasi dari kmenu.
    • Untuk melakukan konfigurasi kxdocker, klik kanan icon penguin pada menu bar dan pilih [configurator]

    modifikasi ini membuat beberapa aplikasi yang berbasis GTK menjadi crash atau tidak stabil, pada sistem penulis bahkan membuat thunderbird, firefox, GAIM, dan GIMP menjadi tidak berfungsi sama sekali. Namun pada beberapa kejadian dan konfigurasi tertentu hal ini tidak terjadi bahkan pada versi terbaru bug ini masih tetap ada.

    Bug ini tidak hanya terjadi pada baghira, pada style acqua (www.kde-look.org), dan metal4kde hal ini juga terjadi. Lalu bagaimana cara mengatasinya, setelah googling akhirnya penulis memperoleh gambaran cara mengatasinya, yaitu;

    1. Jangan memakai aplikasi yang berbasis GTK, atau minimal carilah aplikasi pengganti untuk GIMP, thunderbird, firefox, GAIM yang berbasis Qt. Ini adalah cara termudah dan menjamin bahwa desktop yang anda miliki betul-betul serupa dengan MacOSX.
    2. Memakai aplikasi GTK-Qt-engine, pada beberapa kasus hal ini bisa membantu ………namun sayang tidak pada kasus yang dihadapi penulis, aplikasi gtk-qt-engine betul-betul dibuat tidak berdaya.
    3. Memakai window decoration baghira namun tidak dengan stylenya. Dan kombinasi antara windeco baghira (brushed metal) dan style domino dapat dijadikan alternatif

    nb : maaf screenshot tdk bisa dsertakan karena size terlalu besar

    powered by performancing firefox

    saya baru menerjemahkan program billing Cafe Con Leche versi 0.7.1 ( http://ccl.sourceforge.net ) ke Bahasa Indonesia dan membuat paket rpm untuk Mandriva linux 2005 (disebut juga MandrakeLinux 10.2), Mandriva 2006, Mandriva 2007.0, Mandriva 2007.1 dan Mandriva 2008.0.
    Dan bisa dipakai untuk PCLinuxOS 2006 dan PCLinuxOS 2007.

    Bagi yang warnetnya belum ada billing-nya bisa memakai billing CCL ini asal kamu memakai Mandriva Linux atau PCLinuxOS.

    ps: Jangan pakai Mandriva Linux 2006, karena susah setting NFS atau malah memang gak bisa NFS.
    Aku saja tidak bisa menjalankan NFS dan juga Game Server, padahal cara setting sama dengan settingan,
    di Mandriva Linux 2005.

    Paket rpm program CCl versi bahasa indonesia bisa di download di:
    1)cclcfox (Billing Client) di http://files.filefront.com/cclcfox+071+1mdki586rpm/;5269848;/fileinfo.html
    2)cclfox (Billing Server) di http://files.filefront.com/cclfox+071+1mdki586rpm/;5269887;/fileinfo.html
    3)libcclc (library Billing Client) di
    http://files.filefront.com/libcclc+071+1mdki586rpm/;5269908;/fileinfo.html
    4)libccls (library Billing Client) di http://files.filefront.com/libccls+071+1mdki586rpm/;5270154;/fileinfo.html

    lalu paket dependecy-nya adalah:
    1)libglib2.0_0 >= 2.6.3
    2)libopenssl0.9.7 >= 0.9.7e
    3)libsqlite3_0 >= 3.0.8
    4)fox-1.4.29
    5)fox-1.4.29-devel

    Jika tidak ada bisa di download disini:
    libglib2.0_0-2.6.3-1mdk.i586.rpm
    libopenssl0.9.7-0.9.7e-5mdk.i586.rpm
    libsqlite3_0-3.0.8-1mdk.i586.rpm
    kde-i18n-id-3.3.2-30mdk.noarch.rpm

    Karena billing ini aku compile di Mandriva Linux, kemungkinan besar hanya jalan di Mandriva Linux dan PCLinuxOS.

    Dan agar bisa memakai Bahasa Indonesia , kamu harus menginstall Mandriva dengan memakai Bahasa Indonesia.
    Jika kamu belum tahu cara merubah Bahasa Sistem Mandriva ke Bahasa Indonesia, begini caranya:
    kamu jalankan “draklocale” sebagai root.
    #draklocale
    lalu pilih bahasa indonesia.

    Atau Cukup Install kde-i18n-id-3.3.2-30mdk.noarch.rpm lalu menyeting KDE agar memakai bahasa indonesia lewat KDE Control Center -> Regional & Accessibility -> Country – Region & Language

    Cara menyeting dan menjalankan Cafe Con Leche (CCL) :
    ===============================
    1)Server:
    > install paket libglib2.0_0, libopenssl0.9.7, dan libsqlite3_0.
    > install paket fox-1.4.29-1mdk.i586.rpm.
    > install paket libccls-0.7.0-1mdk.i586.rpm
    > install paket cclfox-0.7.0-1mdk.i586.rpm
    > lalu jalankan Server Billing CCL dengan perintah:
    $cclfox -nossl
    > Lalu konfigurasi tarifnya, dengan mengklik toolbar “Tarif”.
    > pada “Tarif tidak berlaku setelah: 60 Menit”, ganti 60 ke 1439.
    (nb; 1439 = 23 jam 59 menit yang akan membuat daftar tarif yang kamu buat akan berlaku selama satu hari, dan jika
    dibiarkan 60 , akan membuat tarif yang kita buat setelah 60 menit tidak akan berlaku, malah tarifnya jadi kosong).
    > Lalu dibawahnya kamu klik tulisan “00:00 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum’at Sabtu” sampai tersorot/highlighted.
    > Lalu klik “Tambah Harga”, Pada kolom “Menit” isi dengan Menit pertama dan
    pada “Harga” isi dengan Biaya pada Menit pertama.
    Contoh : Menit 30 lalu Harga 2000, artinya jika ada yang main diantara 1 menit sampai 30 menit kena biaya Rp2000,00.
    > Lalu tambah lagi Biaya pada menit-menit setelahnya,jika bisa sebaiknya sampai menit ke 1439 (tarif sampai 23 jam ) .
    Contoh: Menit 60 Lalu Harga 3500, artinya jika ada yang main diantara 31 menit sampai 60 menit kena biaya Rp3500,00.
    Menit 90 Lalu Harga 5500, artinya jika ada yang main diantara 61 menit sampai 90 menit kena biaya Rp5500,00.
    Dst.
    (nb: jika kamu tidak menambahkan lagi, misal tidak menambahkan 120 menit, akan membuat Orang yang main internet
    diatas 90 menit hanya kena biaya Rp5500,00, Bahkan jika dia Main sampai 2 jam lebih akan terkena biaya Rp5500,00)
    > Jika sudah selesai kamu klik “Terapkan”.
    > Kamu juga bisa mengeset tarif perjam dengan mengklik tulisan “00:00 Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum’at Sabtu”
    sampai tersorot/highlighted.
    > Lalu cukup mengisi kolom “Harga per jam”, misal 3500, Tapi kelemahannya tarifnya akan dihitung per menit setelah
    60 menit.(bisa rugi deh).
    > Sampai disini selesai setting tarifnya.
    > Agar billing bisa dijalankan otomatis saat KDE dijalankan, sebaiknya kamu buat Skrip ini dengan kwrite:
    ================================
    #!/bin/bash
    cclfox -nossl
    ================================
    > Lalu kamu simpan dengan nama “serverbilling”, lalu kamu chmod agar bisa dieksekusi, perintahnya:
    $chmod 755 serverbilling
    > Lalu kamu pindahkan ke “~/.kde/Autostart/”, caranya:
    $mv serverbilling ~/.kde/Autostart/
    > Nanti setelah Klien Billing CCL dijalankan, akan muncul Icon dengan nama yang telah kamu isi di opsi klien Billing CCL
    di Server Billing CCL, setelah muncul kamu klik kanan,
    Lalu beri tanda centang pada “perbolehkan memulai sesi baru”, agar jika ada user lain yang mau memakai komputer bisa
    langsung memakainya dengan mengkli “Klik disini untuk memulai”.
    > Kamu juga bisa membuat nama-nama klien dengan mengklik “Klien baru”, lalu kamu isi dengan nama kliennya.
    Contoh : nama “klien01”, nanti pada saat kamu menjalankan Klien Billing CCL, pada opsi “-name”,
    kamu harus mengisinya dengan “klien01”, jadi perintahnya menjadi seperti ini:

    $cclcfox -host 192.168.0.2 -name klien01 -nossl

    > Sampai disini selesai Setting server Billing CCL-nya.

    2)Klien:
    > install paket libopenssl0.9.7
    > install paket fox-1.4.29-1mdk.i586.rpm.
    > install paket libcclc-0.7.0-1mdk.i586.rpm
    > install paket cclcfox-0.7.0-1mdk.i586.rpm
    > Lalu jalankan Klien Billing CCL dengan perintah:

    $cclcfox -host [diisi IP Server Billing] -nama [disi dengan nama komputer klien] -nossl

    (nb: Contoh: Server Billing di install di komputer dengan IP 192.168.0.2 lalu komputer klien ini adalah komputer
    klien yang kamu beri nomor 01, maka perintahnya: cclcfox -host 192.168.0.1 -name komputer01 -nosl
    nanti di Server Billing akan muncul gamar komputer bernama “komputer01”)
    > Sebaiknya perintah diatas kamu jadikan Skrip, ini contohnya:
    =====================================
    #!/bin/bash
    cclcfox -host 192.168.0.1 -name komputer01\
    -nossl
    =====================================
    > Lalu kamu simpan dengan nama “klienbilling”, lalu kamu chmod agar bisa dieksekusi, perintahnya:
    $chmod 755 klienbilling
    > Lalu kamu pindahkan ke “~/.kde/Autostart/”, caranya:
    $mv klienbilling ~/.kde/Autostart/
    > Dengan cara diatas Klien Billing CCL akan dijalankan secara otomatis saat kde di jalankan.
    > Sebaiknya kamu aktifkan pula fasilitas “Auto login”, agar jika di booting bisa langsung masuk kde dan
    billing akan dijalankan.
    > Jika kamu belum tahu cara mengeset “Auto login”, cukup dengan menjalankan program “drakboot” sebagai root,
    lalu pilih user dan desktop manager-nya.untuk desktop manager pilih KDE.
    > Dengan cara tersebut saat booting Mandriva akan di logi otomatis ke KDE.
    > Sampai disini selesai setting Klien Billing CCL-nya.

    Lain-lain:
    ======
    1)Untuk melihat siapa saja yang menggunakan internet dan pemasukan total, bisa dilihat dengan mengklik “log”
    lalu klik “Muat Ulang log”.

    2)Biaya keseluruhan bisa dilihat pada kolom “Biaya Keseluruhan”, ada yang aneh dari program ini yaitu pada
    kolom Total,Biaya dan Produk yang isinya membingungkan.

    3)Jika user yang main internet selesai atau kamu stop dengan menekan tombol stop di Server Billing CCL, akan keluar
    tulisan di kolom bawah toolbar “Klien”. Kamu harus mengkliknya sampai tersorot/highlighted sehingga toolbar
    “Uang Tunai” akan terbuka, setelah user selesai membayar, kamu klik Uang Tunai agar masuk ke database.
    Atau Jika Kamu yang memakai untuk mengetes atau memperbaiki komputer klien, kamu bisa mengklik “log as canceled”,
    agar tidak masuk Database.

    4)Dan untuk melihat log dari “log as canceled”, kamu klik toolbar “Log” lalu beri tanda centang pada “Dibatalkan”,
    lalu mengklik “Muat Ulang log”, maka klien yang dibatalkan dengan cara mengklik tombol “Klik as canceled” bisa
    dilihat.

    5)Billing CCl ini bisa dipakai di LTSP dan Diskless System.

    6.Pada KDE 3.5.x keatas, jika ingin auto start Billing CCL nya, tidak bisa memakai Skrip Bash lagi, harus pakai desktop file, informasi lebih lanjut, silahkan lihat sini cara install fil tar.gz/tar.bz2

    Jika ingin meng kompile sendiri, ini Link RPM Source nya:
    1)cclfox –> http://files.filefront.com/5278931
    2)libccls –> http://files.filefront.com/5288293
    3)libcclc –> http://files.filefront.com/5288331
    4)cclcfox –> http://files.filefront.com/5278980
    5)Qcclc (Source Billing Client CCL berbasis QT4) -> http://files.filefront.com/qcclctarbz2/;5374064;;/fileinfo.html

    Jika ada pertanyaan silahkan kunjungi topik topik di forum.linux.or.id dibawah ini:
    Bagi yang butuh Billing Warnet lihat sini.
    Billing CCL (Cafe con Leche) terbaru 0.7.1 telah keluar!

    Semoga membantu. 😀

    Setelah pencarian dan mendapatkan beberapa dokumen PDF,

    akhirnya jelas tentang webometric. Bahkan, jadi sekarang aku bisa mengatakan bahwa internet hanya dikembangkan di universitas, sekarang dengan ini webometric lagi Internet telah menjadi tempat di mana universitas dapat mengaksentuasikan aksinya, lebih dari jenis lembaga lainnya. Mungkin ini dapat webometric memeringkatkan digunakan untuk jenis lembaga, tapi tentu saja, akan perubahan formula tersebut.
    Sebuah tulisan awal yang sangat mencerahkan saya temukan di sini secara tertulis oleh seorang guru besar. Saya pikir menulis itu hanya cukup untuk mendapatkan gambaran dari webometric dengan penilaian bahwa empat unsur, yaitu:

    1) Visibilitas (V)
    Ada definisi yang jelas dalam penulisan elemen ini sedikit kurang bagi saya: “Jumlah total link eksternal yang unik yang diterima dari pihak lain.” Saya lihat dari beberapa dokumen PDF yang saya temukan ada kata “menerima”, dan segera diterjemahkan secara tertulis sebagai “diterima”. Interpretasi saya, pemahaman tidak dapat “diterima” dalam arti link ke situs web lain, tetapi bentuk untuk mencari situs lain untuk link referensi ke situs terkait. Jadi, berarti jarak pandang tidak memukul, tetapi jumlah link dari situs lain, yang membuat sebuah situs Web.
    Ukuran

    2) (S)
    Ini adalah jumlah yang ditemukan di empat halaman mesin pencari: Yahoo, Live Search, Google dan Exalead.

    3 )Rich File (R)
    Jumlah file yang akan ditemukan, misalnya, PDF, PS, DOC itu, dan PPT.

    4 )Scholar (Sc)
    Jumlah publikasi ilmiah dan kutipan

    Dalam ringkasan sebanyakmana sebuah situs web perguruan tinggi memiliki banyak empat unsur di atas, maka College akan memiliki potensi untuk menjadi kelas dunia.
    Saya rasa ini adalah unsur yang harus ada program peringkatan College. Aku masih bertanya-tanya apakah konsep webometric yang dapat diterapkan ke lembaga lain? Jadi jauh dari apa yang saya baca, tampaknya. Meskipun saya tidak menemukan konfirmasi atas ini, dan jika mereka bisa, akan perubahan dalam unsur-unsur evaluasi, dan formula. Jika rumus seperti huruf yang sekarang, yaitu:

    Webometrics Rank = (4xV) + (2xS) + (1XR) + (1xSc)

    Ya pantesan webometric hanya dapat digunakan untuk kuliah. Itu karena dapat menghasilkan perguruantinggilah hanya empat bahan.
    Yang paling penting menurut saya adalah implikasi dari penerapan webometric ini adanya pedoman untuk pengembangan situs universitas:

    1 Publikasikan atau Matilah
    Tampaknya sekarang tidak ada lagi waktu untuk informasi yang kami sembunyikan Anda. Lebih dan tidak diterbitkan, pada kenyataannya, kami telah diperluas secara bertahap. Semakin disembunyikan (karena mereka berpikir tahu untuk tidak membiarkan orang lain) maka akan semakin tenggelam.
    2 Pentingnya seseorang link / Website lainnya
    Tak pelak lagi, ini dalam bentuk konten berkualitas tinggi dan dapat juga dengan kebutuhan untuk melibatkan semua unsur akademisi, blog atau situs web untuk link ke situs lembaga.
    3 Pentingnya sebesar mesin pencari
    Disebutkan bahwa mesin pencari adalah Yahoo, Live Search, Google dan Exalead. Kita tidak bisa menunggu selama empat merangkak di situs kami. Kami secara proaktif mendaftar.
    4 Pentingnya sumber daya download
    Hal ini tentunya bentuk tulisan dalam format file empat sebelumnya. Yang saya curiga di sini adalah apakah nilai unsur ini juga pada isi sebenarnya dari file-file berbasis? Apa yang terjadi ketika sebuah universitas di tanah sebanyak empat jenis file, tapi hanya ada satu kurikulum, materi promosi atau hal-hal lain yang tidak diperlukan? My guess, karena hanya didasarkan pada ukuran kuantitatif webometric, tampaknya ia hanya bisa melihatnya tentu saja!
    5 Pentingnya karya ilmiah
    Sebuah elemen yang mungkin lebih jujur, jika juga disebutkan, Anda harus terdaftar di Google Scholar. Ya, masih, saya bertanya, adalah sebagai banyak tentang menulis dan terdaftar di Google Scholar, tapi isinya tidak berkualitas?

    Aku membaca dan membaca pada beberapa PDF yang saya menemukannya. Aku masih menemukan validitas dan reliabilitas pengukuran webometric ini.