1. Pendahuluan

Google EarthKTSP 2006 atau yang disebut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan telah mengisyaratkan bahwa lulusan suatu sekolah diharapkan memiliki kompetensi tertentu sebagaimana yang telah diamanatkan oleh kurikulum. Oleh karena tuntutan kurikulum tersebut berdampak langsung pada proses pembelajaran, maka proses pembelajaran diharapkan tidak hanya membelajarkan aspek pengetahuan saja, tetapi juga meliputi aspek ketrampilan dan aspek sikap. Terkait dengan tujuan tersebut, maka proses penilaian tidak hanya terbatas pada aspek hasil saja, tetapi aspek proses hendaknya juga tidak luput dari penilaian.

Di dalam struktur program kurukulum Sekolah Dasar, terdapat beberapa mata pelajaran, satu di antaranya adalah Ilmu Pengetahuan Sosial yang dalam hal ini sebagai salah satu mata pelajaran yang diUASkan ( Tim Penyusun Silabus, 2005:47 ) dan di masa mendatang bukan tidak mungkin diUASBNkan.

Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan proses pembelajaran  yang kondusif agar siswa menggemari pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dan muaranya adalah siswa menguasai kompetensi di bidang Ilmu Pengetahuan Sosial. Agar pembelajaran variatif dan tidak monoton atau menjemukan, dipergunakan metode pembelajaran yang bervariasi, baik teori maupun praktik sehingga sikap menggemari Ilmu Pengetahuan Sosial mudah tertanam dalam  diri  siswa.  Hal  ini  dapat  terwujud apabila dilakukan usaha pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM).

Memudahkan pembelajaran bagi murid adalah tugas utama guru. Untuk itu guru tidak saja dituntut untuk membuat suasana pembelajaran menjadi nyaman dan menarik , menciptakan metode pembelajaran yang sesuai dengan keadaan diri masing-masing murid, tetapi juga menemukan media pembelajaran yang relevan, efektif dan efisien. Sehingga metode dan pendekatan yang di terapkan pun nantinya akan benar-benar sesuai dengan perkembangan diri murid yang menjadi subjek sekaligus  objek pendidikan itu sendiri.

Memang pendidikan bukanlah melulu penerapan teori belajar dan pembelajaran di ruang kelas. Pendidikan merupakan ikhatiar yang kompleks untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebuah bangsa. Namun demikian, ketepatan memilih media pembelajaran merupakan satu keniscayaan dalam sukses tidaknya guru mengantarkan murid menjadi generasi yang dapat diandalkan dan dibanggakan.

Oleh karena itu guru harus  menggunakan media  pembelajaran yang tidak saja membuat porses  pembelajaran menjadi menarik, tetapi juga memberikan ruang bagi murid untuk berkreasi dan terlibat secara  aktif  sepanjang porses pembelajaran. Sehingga aspek  kognitif ,afektif  dan psikomotorik murid pun dapat berkembang maksimal secara bersamaan tanpa mengalami pendistorsian salah satunya. Dalam realita apa yang menjadi harapan dan tujuan di atas belum sepenuhnya terpenuhi. Namun usaha ke arah itu senantiasa dilakukan oleh seluruh elemen pendidikan.

2. Mengapa Menggunakan Media Google Earth?

Materi Kenampakan Alam dan Keadaan Sosial Negara-Negara Tetangga adalah salah satu materi mata pelajaran IPS kelas VI semester I yang terdapat dalam KTSP, dan ternyata Guru dalam melakukan pembelajaran kebanyakan masih bersifat konvensional, artinya guru masih mendominasi jalannya pembelajaran dan belum memanfaatkan media pembelajaran secara maksimal sehingga pembelajaran yang dilakukan cenderung kurang menarik siswa. Selain itu guru belum sepenuhnya  memanfaatkan alat peraga dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Kebanyakan masih berkutat pada alat peraga standart/yang itu-itu saja. Berdasarkan fakta menggunakan peta, atlas atau globe ( media 2 dimensi).Untuk mengatasi hal itu perlu diadakan ujicoba menggunakan media pembelajaran yang baru.

Harapan selanjutnya, saya ingin memperbaiki proses pembelajaran dengan memanfaatkan penggunaan alat peraga dan media baru yang up to date namun tanpa bermaksud mengesampingkan/memandang sebelah mata media yang sudah ada. Diharapkan dengan menggunakan media baru Google Earth lebih mewarnai proses pembelajaran sehingga pembelajaran lebih bermakna, bergairah dan PAKEM (Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Di lain sisi siswa pun akhirnya akan lebih akrab dan lebih menguasai computer dan internet.

3. Fokus Penggunaan Media Google Earth adalah :

  • Meningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas VI SDN Lambangan Wetan Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang.
  • Meningkatkan motivasi belajar dan menggairahkan respon siswa kelas VI SDN Lambangan Wetan Kec. Bulu Kabupaten Rembang terhadap pembelajaran IPS.

Adapun tujuan khusus penggunaan Google Earth sebagai media pembelajaran IPS ini untuk :

  1. Meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VI SDN Lambangan Wetan Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang pada pelajaran IPS materi kenampakan alam dan keadaani sosial negara-negara tetangga melalui penggunaan media Google Earth.
  2. Meningkatkan hasil belajar yang lebih bermakna baik aspek kognitif, afektif dan psikomotorik siswa kelas VI SDN Lambangan Wetan Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang pada mata pelajaran IPS materi kenampakan alam dan keadaan sosial negara-negara tetangga melalui pemanfaatan Media Google Earth.

4. Manfaat Teoritis Penggunaan Media Google Earth

Secara teori saya berharap berhasil  mendapatkan pengetahuan dan  teori baru tentang upaya meningkatkan hasil pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial melalui pemanfaatan media Google Earth bagi siswa kelas VI SDN Lambangan Wetan  Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang . Selain itu saya juga berharap tumbuhnya motivasi siswa dalam proses pembelajaran IPS, meningkatnya hasil belajar IPS siswa baik aspek kognitif, afektif  maupun psikomotor, meningkatnya keaktifan dan kreatifitas siswa dalam pembelajaran.

Sedangkan bagi guru sendiri manfaatnya adalah:

  1. Mengetahui strategi pembelajaran yang bervariasi untuk memperbaiki dan meningkatkan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.
  2. Diperolehnya strategi pembelajaran IPS yang tepat untuk materi kenampakan alam dan keadaan sosial negara-negara tetangga.
  3. Diperolehnya media pembelajaran yang cocok untuk pembelajaran IPS materi kenampakan alam dan keadaan sosial negara-negara tetangga.

Adapun manfaaat bagi Sekolah:

  1. Meningkatnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.
  2. Tumbuhnya motivasi guru dalam mengembangkan proses pembelajaran yang bermutu.
  3. Tumbuhnya iklim  pembelajaran  siswa yang Aktif,Kreatif,Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) di sekolah.

5. Langkah-langkah Pembelajarannya :

  1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran/KD.
  2. Siswa dikondisikan belajar berpasangan (2 siswa).
  3. Guru mendemonstrasikan menggunakan media google earth untuk melihat kenampakan alam negara-negara tetangga Indonesia.
  4. Siswa secara berpasangan mencoba menggunakan media google earth ntuk melihat kenampakan alam Negara-negara tetangga Indonesia.
  5. Diskusi kelas.
  6. Evaluasi.
  7. Refleksi dan penutup.

6. Alat dan Media pembelajaran : laptop, LCD proyektor, hp modem.

7. Hasil Observasi Peningkatan Motivasi Siswa Terhadap Pembelajaran

No Aspek yang Dinilai Rata-rata nilai dengan media konvensional Rata-rata nilai dengan media Google Earth Persentase Peningkatan
1. Ketelitian 2,53 3,00 11,75
2. Ketekunan 2,06 2,71 16,25
3. Sikap Kritis 1,65 3,18 38,25
4. Kreativitas 1,59 2,65 26,50
5. Keterbukaan 2,12 2,29 4,25

8. Gambar Suasana Pembelajaran dan Tampilan Google Earth

Pembelajaran dg Google Earth

Respon Siswa

Siswa mencoba Google Earth

Kota Singapura

Jakarta, Indonesia

Kualalumpur, Malaysia


Google Earth merupakan sebuah program globe virtual yang sebenarnya disebut Earth Viewer dan dibuat oleh Keyhole, Inc. Program ini memetakan bumi dari superimposisi gambar yang dikumpulkan dari pemetaan satelit, fotografi udara dan globe GIS 3D. Tersedia dalam tiga lisensi berbeda: Google Earth, sebuah versi gratis dengan kemampuan terbatas; Google Earth Plus ($20), yang memiliki fitur tambahan; dan Google Earth Pro ($400 per tahun), yang digunakan untuk penggunaan komersial. Produk ini, kemudian diganti namanya menjadi Google Earth tahun 2005, dan sekarang tersedia untuk komputer pribadi yang menjalankan Microsoft Windows 2000, XP, atau Vista, Mac OS X 10.3.9 dan ke atas, Linux (diluncurkan tanggal 12 Juni 2006) dan FreeBSD. Dengan tambahan untuk peluncuran sebuah klien berbasis update Keyhole, Google juga menambah pemetaan dari basis datanya ke perangkat lunak pemetaan berbasis web. Peluncuran Google Earth menyebabkan sebuah peningkatan lebih pada cakupan media mengenai globe virtual antara tahun 2005 dan 2006, menarik perhatian publik mengenai teknologi dan aplikasi geospasial.

Globa virtual memperlihatkan rumah, warna mobil, dan bahkan bayangan orang dan rambu jalan. Resolusi yang tersedia tergantung pada tempat yang dituju, tetapi kebanyakan daerah (kecuali beberapa pulau) dicakup dalam resolusi 15 meter. Las Vegas, Nevada dan Cambridge, Massachusetts memiliki resolusi tertinggi, pada ketinggian 15 cm (6 inci). Google Earth membolehkan pengguna mencari alamat (untuk beberapa negara), memasukkan koordinat, atau menggunakan mouse untuk mencari lokasi.

Google Earth juga memiliki data model elevasi digital (DEM) yang dikumpulkan oleh Misi Topografi Radar Ulang Alik NASA. Ini bermaksud agar kita dapat melihat Grand Canyon atau Gunung Everest dalam tiga dimensi, daripada 2D di situs/program peta lainnya. Sejak November 2006, pemandangan 3D pada pegunungan, termasuk Gunung Everest, telah digunakan dengan penggunaan data DEM untuk memenuhi gerbang di cakupan SRTM.

Banyak orang yang menggunakan aplikasi ini menambah datanya sendiri dan menjadikan mereka tersedia melalui sumber yang berbeda, seperti BBS atau blog. Google Earth mampu menunjukkan semua gambar permukaan Bumi. dan juga merupakan sebuah klien Web Map Service. Google Earth mendukung pengelolaan data Geospasial tiga dimensi melalui Keyhole Markup Language (KML).

Google Earth memiliki kemampuan untuk memperlihatkan bangunan dan struktur (seperti jembatan) 3D, yang meliputi buatan pengguna yang menggunakan SketchUp, sebuah program pemodelan 3D. Google Earth versi lama (sebelum Versi 4), bangunan 3D terbatas pada beberapa kota, dan memiliki pemunculan yang buruk tanpa tekstur apapun. Banyak bangunan dan struktur di seluruh dunia memiliki detil 3D-nya; termasuk (tetapi tidak terbatas kepada) di negara Amerika Serikat, Britania Raya, Irlandia, India, Jepang, Jerman, Kanada, Pakistan dan kota Amsterdam dan Alexandria. Bulan Agustus 2007, Hamburg menjadi kota pertama yang seluruhnya ditampilkan dalam bentuk 3D, termasuk tekstur seperti facade. Pemunculan tiga dimensi itu tersedia untuk beberapa bangunan dan struktur di seluruh dunia melalui Gudang 3D Google dan situs web lainnya.

Secara psikologis, ada siswa yang merasa takut atau segan terhadap gurunya. Dengan media Google Earth kegiatan belajar akan lebih efektif karena mereka dapat mengadakan komunikasi secara bebas. Siswa yang ditunjuk mencoba menggunakan media Google Earth akan merasa bangga bahkan lebih percaya diri di hadapan guru maupun teman-temannya. Dengan demikian motivasi belajar akan meningkat pula. Dengan media Google Earth,  aktifitas guru sebagai “juru cerita” menjadi berkurang, dan sebagai konsekuensinya guru tetap aktif mengamati, menilai dan menginterpretasikan siswa dalam kegiatan belajar.

Mudah-mudahan postingan ini dapat menambah motivasi dan menggairahkan semangat serta dapat menginspirasi para guru di mana saja berada untuk lebih giat menggali dan menemukan media pembelajaran baru yang mungkin dapat sebagai bahan penelitian dan demi memajukan pendidikan di Indonesia.

  • Postingan ini merupakan cuplikan dari Penelitian Tindakan Kelas dengan judul : “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPS Melalui Pemanfaatan Media Google Earth bagi Siswa Kelas VI SDN Lambangan Wetan Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang Pada Semester 1 Tahun Pelajaran 2008 / 2009 “ sebagai salah satu syarat mengikuti Pemilihan Guru SD Berprestasi Tingkat Kabupaten Rembang Tahun 2009.

SUMBER : http://wyw1d.wordpress.com/2010/01/16/google-earth-sebagai-media-pembelajaran/